Penyebab Eksim dan Faktor Pemicu Kekambuhannya

Penyebab Eksim dan Faktor Pemicu Kekambuhannya

Dermatitis atopik ( eksim ) termasuk salah satu penyakit kulit yang dapat menyebabkan kulit menjadi gatal, kering bersisik dan juga meradang. Penyakit yang satu ini memang sangat sering dijumpai, di mana para penderitanya mencapai 1 – 4% populasi yang ada di seluruh dunia. Walaupun umum, terdapat beberapa penderitanya yang masih belum mengetahui penyebab dari eksim ini.

Eksim adalah suatu istilah yang berkaitan erat dengan penyakit dermatitis atopik. Selain itu, penyakit ini juga dikenal dengan eksim kering. Hal tersebut karena kulit yang bermasalah umumnya dapat mengelupas serta menjadi sangat kering.

Sampai saat ini, penyebab dari eksim sendiri masih belum diketahui. Dilansir melalui National Eczema Association, mengungkapkan bahwa sejauh ini penyebab dari munculnya eksim kering diduga karena adanya kombinasi sistem imun ataupun faktor genetik.

Inilah mengapa umumnya eksim dapat muncul pertama kali pada enam bulan awal kehidupan dan akan menerus hingga dewasa. Beberapa gejala yang disebabkan oleh eksim terhadap anak – anak bisa membaik serta hilang total, namun ada juga yang malah bertambah parah.

Berikut merupakan sejumlah faktor penyebab eksim, diantaranya

• Sistem Imun Yang Terlalu Sensitif

Saat sistem imun terlalu sensitif dipercaya memiliki peran tertentu sebagai penyebab munculnya eksim. Hal tersebut karena dapat terlihat dari respons kekebalan tubuh terhadap eksim yang biasanya memang sangat sensitif. Umumnya sel – sel kekebalan tubuh memang terkadang akan bereaksi berlebihan ketika menghadapi berbagai zat penyebab dari alergi ataupun iritasi, seperti bahan kimia, serbuk sari serta kandungan yang terdapat dalam makanan tertentu. Padahal, sebenarnya untuk zat – zat ini tidak akan membahayakan tubuh. Saat tubuh terkena zat tersebut, maka akan membuat sistem imun langsung bereaksi dengan melepaskan histamin, antibodi serta menimbulkan peradangan.

• Mutasi Genetik

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan University of Dundee di Inggris, mengungkapkan bahwa sebagian penderita eksim akan mengalami mutasi terhadap gen yang memperoleh filaggrin. Filaggrin merupakan sejenis protein yang dapat membantu dalam mempertahankan perlindungan alami di bagian lapisan kulit teratas.

Sebenarnya, untuk mutasi ini sudah biasa terjadi terhadap gen. Akan tetapi, mutasi di bagian gen yang menghasilkan filaggrin bisa membuat tubuh menjadi tidak dapat menghasilkan filaggrin dengan cukup. Alhasil, perlindungan kulit pun akan menjadi lebih lambat.