Tidaklah Buruk Untuk Duduk Dan Bercengkerama Dengan Orang Lanjut Usia

Tidaklah Buruk Untuk Duduk Dan Bercengkerama Dengan Orang Lanjut Usia

Tahukah anda bahwa penting sekali untuk mengajak orang tua mengobrol. Mengobrol apa saja, basa basi pun tidak apa-apa. Terutama pada orang yang lanjut usia. Kadang kita sebagai anak muda, merasa malas untuk duduk berlama-lama dan mengobrol dengan orang lanjut usia. Pertama karena biasanya obrolannya yang tidak masuk. Topik pembicaraannya tidak masuk, dan biasanya lebih banyak dinasehati. Sehingga anak muda suka risih jika lama-lama mengobrol dengan orang tua.

Tidaklah Buruk Untuk Duduk Dan Bercengkerama Dengan Orang Lanjut Usia

Padahal ada banyak hal yang bagus jika anda banyak mengobrol dengan orang lanjut usia. Dan hal positif itu tidak hanya anda yang rasakan tapi juga pada orang lanjut usia tersebut. Meskipun topik pembicaraannya akan berbeda. Dan akan sebagian besar mengobrol soal kehidupan, agama, atau tentang masa muda orang tua tersebut. Kadang kita merasa tidak seru, karena perbedaan zaman kita dengannya, sehingga apa yang dia rasakan atau pengalamannya rasanya biasa saja.

Tapi tahukah anda bahwa itu begitu indah dan special bagi orang itu. Sehingga dia bisa mengingatnya sampai dia tua. Dan banyaknya penglaman yang sudah dilaluinya. Dan nantipun saat kita menjadi tua, kita akan begitu pada anak cucuk kita. Dan kita jangan berpikir ah malas mendengarnya, malas di momen itu, anda sudah bisa bermain game atau apapun. Coba anda mengubah pola pikir seperti itu. Coba anda lebih berpikir, okey, nikmati proses itu, jadi pendengar yang baik. Dan anda akan menemukan sesuatu yang menarik di dalamnya.

Anda akan belajar oh begitu hidup di jaman dulu. Anda bisa meminta wejangan dan nasehat akan soal kehidupan. Bagaiman dia menghadapi orang yang tidak asik, orang jahat, orang munafik. Bagaimana dia memandang zaman ini. hal ringan yang membuatnya berpikir dan mengingat. Dan anda akan mendapatkan jawaban-jawaban bijak. Anda akan belajar sudut pandang orang lain. Sehingga anda juga bisa menerapkan itu. Dan untuk orang tua tersebut, yang membuat positif, dia akan sering berbicara, dia melatih otaknya untuk berpikir dan mengingat, sehingga menjauhkannya dari penyakit demensia dan alzheimer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *