Penyebab Ngantuk Setelah Makan

Munculnya rasa ngantuk sesudah makan termasuk salah satu jenis respon tubuh terhadap sejumlah perubahan kimia yang diakibatkan oleh pencernaan. Hal tersebut berarti masih normal terjadi terhadap setiap orang. Akan tetapi, ketika perasaan ngantuk muncul di setiap sesudah makan serta aktivitas sehari – hari menjadi terganggu, hal ini mungkin perlu menjadi perhatian.

Berikut merupakan beberapa penyebab ngantuk sesudah makan, antara lain

• Jenis Makanan Yang Dikonsumsi

Umumnya tubuh akan mencerna seluruh makanan dengan cara yang sama namun makanan lah yang dapat mempengaruhi tubuh dengan cara yang berbeda. Ada beberapa jenis makanan yang nantinya dapat memicu rasa ngantuk setelah memakannya ketimbang makanan lain. Makanan dengan tinggi protein, seperti bayam, telur, keju, ayam, daging serta kedelai yang memiliki kandungan asam amino triptofan. Untuk asam amino tersebutlah yang dapat digunakan oleh tubuh dalam memperoleh serotonin.

• Kondisi Kesehatan

Saat seseorang sering mengalami ngantuk serta memiliki keinginan untuk selalu tidur sesudah makan, hal tersebut juga merupakan tanda – tanda dari berbagai jenis penyakit tertentu, seperti intoleransi makanan, tiroid yang kurang aktif, alergi, penyakit celiac, anemia dan juga sleep apnea. Jika seseorang mengalami kondisi tersebut agar harap segera konsultasi terhadap dokter guna mendapatkan solusi.

Untuk rasa ngantuk sesudah makan juga bisa menjadi tanda – tanda adanya kekurangan terhadap zat gizi tertentu. Nantinya kekurangan gizi tersebut dapat mengakibatkan makanan yang dikonsumsi menjadi tidak dapat dicerna dengan baik karena tubuh mengalami kegagalan dalam mencernanya. Alhasil, mereka menjadi tidak memperoleh energi yang cukup dalam menjalani aktivitas sehari – hari.

• Hormon Pada Otak dan Pola Pencernaan

Tubuh memerlukan energi dalam menjalankan fungsinya, untuk energi tersebut dapat diperoleh dari makanan yang dikonsumsi. Selanjutnya, tubuh akan memecahkan zat gizi dari makanan pada sistem pencernaan untuk dibuat menjadi glukosa lalu diubah menjadi energi. Biasanya tubuh akan melepaskan berbagai hormon setelah makan, seperti hormon glukagon, kolesistokinin serta amilin. Untuk hormon – hormon ini nantinya bekerja dengan menghasilkan rasa kenyang, meningkatkan kadar gula serta menghasilkan insulin yang nantinya akan dialirkan ke sel guna menyimpan energi dalam sel pada tubuh.